Kepolisian Buka Pendaftaran POLRI AKPOL, BINTARA TAMTAMA POLISI

Pengumumanhasil.com – Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) telah membuka pendaftaran anggota polisi tahun angaran 2021. Kabar tersebut kami dapat dari portal resmi yang beralamat di penerimaan.polri.go.id Pembukaan polri tersebut diperuntukkan bagi calon akademi kepolisian (akpol), Bintara, Tamtama Polisi.

Dihimbau kepada para calon penerimaan polri untuk mempersiapkan berkas pendaftaran polri dan mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian tes akademik, kesehatan dan tes fisik.

Selain harus mempersiapkan diri para calon pelamar polri juga harus berhati-hati akan tidak penipuan karena panitian penerimaan polisi menggunakan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis sehingga akan menciptakan lulusan yang terpercaya, modern dan profesional.

Panita tidak dapat menjanjikan seseorang untuk dapat lulus melainkan yang dapat meloloskan menjadi akpol, bintara dan tamtama adalah dari diri sendiri

Jadwal Penerimaan POLRI

Jadwal Penerimaan Polri telah dibuka hari ini mulai tanggal 19 Maret hingga 1 April 2021 yang dilaksanakan secara daring melalui portal resmi penerimaan polri. Setelah mereka melakukan pendaftaran online tahap selanjutnya harus melakukan verifikasi di Polda atau polres diwilayah anda.

Tata Cara Penerimaan POLRI

Daftar POLRI ONLINE

  • Silahkan anda buka portal resmi polri yang beralamat di penerimaan polri.go.id
  • Kemudian anda pilih jenis seleksi disana ada tiga yaitu akpol, bintara dan tamtama
  • Isilah form online yang sudah disediakan oleh panitian seleksi yang berkaitan dengan identitas pelamar, NIK yang sesuai dengan dukcapil, identitas orang tuan dan form lainnya secara benar dan akurat
  • Sebelum anda lakukan penyimpanan berkas secara online pastikan pendaftaranya berhasil silahkan anda melakukan login kembali dengan melakukan cek email username dan password sewaktu anda daftar. Dashboard tersebut digunakan untuk mengetahui perkembangan informasi seleksi dan nilai seluruh tahapan tesnya

Verifikasi Berkas di POLDA

1.Kemudian anda harus melakukan cetak form registrasi online sebagai salah satu berkas yang harus diverifikasi ke polda atau polres setempat

2. Pelamar membawa berkas administrasi yang berupa

    • Asli KTP dan fotokopi yang dilegalisir oleh Disdukcapil setempat
    • Asli KK dan fotokopi dilegalisir oleh Disdukcapil setempat
    • Asli akte kelahiran dan fotokopi yang dilegalisir oleh Disdukcapil setempat
    • Asli ijazah SD, SMP, SMA/SMK/MA/Sederajat, DIV/S1/S2 dan transkrip nilai serta fotokopi yang dilegalisir oleh Sekolah/Perguruan Tinggi yang menerbitkan Copy sertifikat akreditasi
    • dari BAN-PT yang dilegalisir
    • Asli Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang dikeluarkan oleh Polres setempat dan fotokopi yang dilegalisir oleh Polres yang menerbitkan
    • Pas foto berwarna ukuran 4×6 dengan latar belakang warna merah sebanyak 10 lembar
    • Surat persetujuan orang tua/wali (form dapat diunduh di website penerimaan.polri.go.id) dan fotokopi
    • Daftar riwayat hidup (hasil cetak form registrasi pada saat pendaftaran online) dan fotokopi
    • Surat perjanjian ikatan dinas pertama anggota Polri (form dapat diunduh di website penerimaan.polri.go.id) dan fotokopi
    • Surat pernyataan tidak terikat perjanjian dengan instansi lain (form dapat diunduh di website penerimaan.polri.go.id) dan fotokopi.
    • Surat pernyataan orang tua/wali untuk memberikan keterangan dan dokumen yang sebenarnya (form dapat diunduh di website penerimaan.polri.go.id) dan fotokopi
    • Surat pernyataan peserta dan orang tua/wali untuk tidak melakukan KKN dan gunakan sponsprhip atau ketebelece (form dapat diunduh di website penerimaan.polri.go.id) dan fotokopi

3. Setelah melakukan verifikasi berkas, pelamar harus melaksanakan pengukuran tinggi dan berat badan

4. Setelah dinyatakan bahwa berkas sudah lengkap maka mereka akan diberi nomor ujian oleh panitia daerah untuk mengikuti tes awal

Syarat Pendaftaran POLISI

  • Pria/wanita, bukan anggota/mantan Polri/TNI dan PNS atau pernah mengikuti pendidikan Polri/TNI;
  • Berijazah serendah-rendahnya SMA/MA jurusan IPA/IPS (bukan lulusan dan atau berijazah Paket A, B dan C) dengan ketentuan:

Nilai kelulusan rata-rata Hasil Ujian Nasional/UN (bukan nilai gabungan):

Tahun 2014 dengan nilai rata-rata minimal 6,5;
Tahun 2015 s.d. 2018 dengan nilai rata-rata minimal 60,00;
Tahun 2019 akan ditentukan kemudian.

Nilai kelulusan rata-rata Hasil Ujian Nasional/UN (bukan nilai gabungan) khusus Papua dan Papua Barat:

Tahun 2014 dengan nilai rata-rata minimal 6,0;
Tahun 2015 s.d. 2017 dengan nilai rata-rata minimal 60,00;
Tahun 2018 dengan nilai rata-rata minimal 55,00;
Tahun 2019 akan ditentukan kemudian

  • ]Bagi lulusan tahun 2019 (yang masih kelas XII) nilai rapor rata-rata kelas XII semester I minimal 70,00 dan setelah lulus menyerahkan nilai Ujian Nasional dengan nilai rata-rata yang akan ditentukan kemudian;
  • Bagi yang berusia 16 sampai dengan kurang dari 17 tahun dengan ketentuan nilai rata-rata Ujian Nasional minimal 75,00 dan memiliki kemampuan Bahasa Inggris dengan nilai Ujian Nasional minimal 75,00.
  • Berusia minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada saat pembukaan pendidikan;
  • Tinggi badan minimal (dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku):
    Pria : 165 (seratus enam puluh lima) cm;
    Wanita : 163 (seratus enam puluh tiga) cm
  • Belum pernah menikah secara hukum positif/agama/adat, belum pernah hamil/melahirkan, belum pernah memiliki anak biologis (anak kandung) dan sanggup untuk tidak menikah selama dalam pendidikan pembentukan;
  • Tidak bertato/memiliki bekas tato dan tidak ditindik/memiliki bekas tindik telinga atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat;
    Bagi peserta calon Taruna/i yang telah gagal/TMS karena tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah) tidak dapat mendaftar kembali;
  • Mantan Siswa/i yang diberhentikan tidak dengan hormat dari proses pendidikan oleh lembaga pendidikan yang dibiayai oleh anggaran negara tidak dapat mendaftar;
    Dinyatakan bebas narkoba dengan menyerahkan surat keterangan bebas narkoba dari instansi kesehatan pemerintah (RS Pemerintah atau Klinik BNN/BNP/BNK);
  • Membuat surat pernyataan bermaterai bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI dan ditugaskan pada semua bidang tugas Kepolisian yang ditandatangani oleh calon peserta dan diketahui oleh orang tua/wali;
  • Bagi yang memperoleh ijazah dari sekolah di luar negeri, harus mendapat pengesahan dari Dikdasmen Kemdikbud;
  • Berdomisili minimal 1 tahun di wilayah Polda tempat mendaftar dengan melampirkan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga, apabila terbukti melakukan duplikasi/pemalsuan/rekayasa keterangan akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku;
  • Bagi peserta calon Taruna/i yang berasal dari SMA Taruna Nusantara dan SMA Krida Nusantara yang masih kelas XII dapat mendaftar di Polda asal sesuai alamat KTP/KK atau dapat mendaftar untuk SMA Taruna Nusantara di Polda Jateng dan DIY sedangkan untuk SMA Krida Nusantara di Polda Jabar, dengan ketentuan mengikuti kuota
  • kelulusan/perankingan pada Polda asal sesuai domisili KTP/KK;
  • Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 (sepuluh) tahun terhitung saat diangkat menjadi anggota polisi;
  • Memperoleh persetujuan dari orang tua/wali;
  • Tidak terikat perjanjian Ikatan Dinas dengan suatu instansi lain;
  • Bagi calon Taruna/i yang dinyatakan lulus terpilih agar melampirkan kartu BPJS Kesehatan;
  • Bagi yang sudah bekerja secara tetap sebagai pegawai/karyawan:
  • Mendapat persetujuan/rekomendasi dari kepala instansi yang bersangkutan;
  • Bersedia diberhentikan dari status pegawai/karyawan, bila diterima dan mengikuti pendidikan

Sumber: https://penerimaan.polri.go.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *